Kerajinan Indonesia Berhasil Masuk di Pameran Internasional di Italia

Kita patut berbangga hati karena Produk kerajinan karya anak bangsa Indonesia berhasil tampil pada ajang pameran internasional, Salone del Mobile Milano 2018 di Italia. 

Hal tersebut merupakan hasil fasilitasi kementrian perindustrian dalam rangka mengembangkan potensi industri kreatif, dengan tujuan memperluas pangsa ekspor untuk kerajinan indonesia Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menampilkan produk kreatif desain interior Indonesia di Salone del Mobile Milano 2018 untuk kedua kalinya. 

Setelah tahun lalu sukses membawa lebih dari 100 produk dari 28 desainer di Tortona Design Week yang terhubung dengan Salone del Mobile 2017, sebuah ajang promosi global bagi desainer, produsen, dan pembeli internasional.

Pameran desain dan furnitur ber skala internasional ini diadakan pada tanggal 17-22 April 2018, yang diikuti sebanyak 2.000 peserta dari berbagai negara di dunia untuk menghadirkan inovasi produk kontemporer yang menggabungkan unsur desain, teknologi, flesibilitas dan keberlanjutan. 

Dalam pameran desain dan furnitur tersebut, Paviliun Indonesia diisi sejumlah produk kerajinan karya 27 desainer Tanah Air. Dua produk unggulan BCIC yang mewakili Indonesia, yaitu produk lampu dengan nama “Cengkeh” karya Genie Anggita yang terinspirasi dari masa kejayaan rempah Indonesia dalam perdagangan Internasional. 

Produk ini diproduksi bekerja sama dengan para kriyawan di Sentra Tembaga Tumang, Boyolali. Seperti yang diketahui daerah tumang boyolali merupakan pusat kerajinan tembaga yang produknya kualitasnya telah diakui mendunia.

“Kami mencoba memperkenalkan kekayaan Indonesia di produk kami. Kita mendukung material lokal yaitu rotan, bambu, dan juga pengrajin lokal. Tak hanya itu, kami juga ingin memperkenalkan nilai-nilai budaya, sejarah dan cerita rakyat Indonesia di produk tesebut,” papar Genie.

Target dari kegiatan Salone del Mobile Milano 2018 tersebut adalah, menarget partisipasi dari generasi milenial. Karena mereka yang akan menjadi peluang dan potensi bisnis jangka panjang. seiring dengan pertumbuhan jumlah populasi Indonesia pada tahun 2025 yang akan didominasi oleh usia 20-39 tahun sebanyak 30 persen.

Dirjen IKM Gati Wibawaningsih mengatakan produk kerajinan yang ditampilkan di pameran italia itu di antaranya berasal dari Bali Creative Industri Center (BCIC), Sejak 2015, BCIC menjadi tempat berkumpul para wirausaha dan inkubator kreatif di bidang fesyen, kriya, dan animasi.

Adapun program yang dilaksanakan, antara lain Design Lab, Creative Camp, Inkubator Bisnis Kreatif, Indonesian Fashion and Craft Award (IFCA), pelatihan dan pameran karya. Dengan mengikuti pameran Salone del Mobile Milano, Gati berharap pangsa pasar ekspor produk-produk asal Indonesia semakin luas.

“Selama tiga tahun belakangan, program andalan BCIC di antaranya adalah Design Lab. Alhasil, tahun ini mampu membawa produk terbaik kami untuk ditampilkan di Salone del Mobile Milano 2018,” kata Gati di Jakarta, Minggu (22/4).