Memulai Bisnis Ecommerce Dengan Model Bisnis Dropship

Transaksi toko online di Indonesia telah mencapai lebih dari 1 trilliun rupiah setiap tahunnya hal ini menunjukan potensi pasar di Indonesia yang sangat besar sehingga menarik para pemain ecommerce luar untuk berinvestasi di Indonesia.

Sebut saja Alibaba yang telah menggelotorkan dana lebih dari lima juta dollar amerika untuk berinvestasi di Tokopedia, kemudian Tencent pesaing berat Alibaba di China yang masuk ke Indonesia dengan JD.id dan Shopee.

Tidak hanya itu saat ini telah beredar wacana bahwa Amazon yang merupakan pemain ecommerce terbesar di dunia juga akan masuk berinvestasi di Indonesia dengan dana yang cukup fantastis 14 trilliun rupiah.

Dengan kondisi ini maka akan sangat rugi sekali jika kita tidak ikut ambil bagian untuk mendapatkan kue dari pasar ecommerce di Indonesia. Kabar baiknya anda dapat memulai dengan modal yang relatif kecil yaitu dengan cara menjadi dropshiper.

Model bisnis dropship sendiri sudah sejak lama ada baik di luar negeri maupun di dalam negeri sendiri. Jika anda ingin serius untuk membangun bisnis online dengan memulai model bisni dropship anda dapat mengikuti pelatihan bisnis online yang banyak diadakan diluaran sana.

Namun kali ini saya akan membahas sedikit mengenai model bisnis Dropship dan bagaimana cara kerjanya.

Model Bisnis Dropshipping

Model bisnis dropship ini sebenarnya sudah banyak yang melakukan bahkan sebelum maraknya perdagangan online. Salah satu contohnya jika anda pernah belanja di suatu toko, biasanya toko elektronik dan si pemilik toko mengatakan mereka memiliki barang di “Gudang”.

Kemudian si pemilik toko akan telp rekanannya menanyakan ketersedian barang dan harganya, baru kemudian membarikan harga barang tersebut kepada anda yang tentunya sudah di mark up oleh mereka. Jika anda setuju mereka akan mengambilkan barangnya untuk anda.

Ya model seperti itu biasanya kalo kita beli peralatan komputer atau Handphone dan alat elektronik lainnya, kalo dulu yang banyak melakukan di Jakarta biasanaya di daerah Glodok. 

Setelah anda membayar kepada penjual si penjual akan segera memberika uangnya ke pemilik barang yang asli dengan sudah dipotong keuntungan milik si penjual. Biasanya dari toko lain, walaupun mereka bilangnya ke anda ambil dari Gudang.

Untuk alur dropship di dunia online sendiri kurang lebih seperti berikut.

Saat ini untuk memulai dropship menjadi lebih mudah, anda bisa mencari barang di marketplace seperti tokopedia, bukalapak, ataupun shopee. Tentunya akan lebih baik jika anda mengenal langsung supplier tangan pertama karena anda akan mendapatkan harga yang lebih murah sehingga keuntungan yang anda hasilkan juga bisa lebih maksimal.

Setelah anda mendapatkan produk yang akan dipasarkan anda bisa mulai memasarkan melalui media sosial seperti facebook dan instagram. Saya sendiri tidak menyarankan anda untuk memasarkan melalui marketplace karena cukup beresiko.

Dalam marketplace ada aturan dalam 2 hari anda harus sudah mengirimkan barang dan menginput resi pengiriman. Resikonya jika anda mendapatkan barang dari marketplace dan menjual lagi di marketplace apalagi tempat yang sama maka bisa terjadi keterlambatan pengiriman karena pemilik barang mengirimkan dalam batas waktu yang mepet.

Selain itu saat ini rata-rata marketplace memiliki kebijakan satu resi untuk satu seller, jika anda menjual di marketplace yang sama dengan supplier anda maka akan timbul masalah anda tidak dapat menginput resi pengiriman.

Itulah sebabnya disarankan menjual lagi di luar marketplace. semoga dengan artikel ini anda jadi punya sedikit gambaran mengenai model bisnis dropship

Related Post