Peranan Geotextile dalam Pembangunan Jalan Tol

Pemerintah sedang menggalakkan pembangunan infrastruktur jalan tol yang menghubungkan kota-kota dengan harapan adanya jalan tol akan mempermudah jalur distribusi sehingga akan meningkatkan perekonomian negara.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) kini tengah menyiapkan pengerjaan empat proyek tol baru pada 2019.

Keempat jalan tol tersebut berlokasi di Pulau Jawa, yakni Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap sepanjang 184,05 km, Akses Patimban 37,7 km, Ciranjang-Padalarang 27,8 km, dan Semarang-Demak 37,7 km.

Jalur jalan tol yang berpuluh dan ratusan kilometer tentunya melewati daerah-daerah yang tidak sama tingkat kekuatan tanahnya. Hal ini yang menjadikan pembangunan jalan tol perlu diperhatikan dan diperhitungkan dengan matang, sehingga dapat dipergunakan puluhan tahun nantinya.

Salah satu permasalahan utama pada pembangunan jalan tol adalah adanya tanah lunak, yang dalam suatu pekerjaan konstruksi adalah penurunan tanah yang sangat besar. Penurunan yang besar tersebut disebabkan oleh penurunan konsolidasi pada tanah. Terutama Daerah di Indonesia yang mempunyai kondisi struktur tanah yang beragam, dimana kondisi tanah tersebut ada yang sudah bagus dan tidak bagus untuk pembangunan konstruksi jalan

Adanya penurunan tanah dapat mengakibatkan retakan dan jalan yang berlubang. Oleh karena itu digunakan teknologi geosintetik dalam pembangunan jalan tol. Teknologi Geosintetik telah berkembang menjadi salah satu pionir dalam hal perkuatan tanah maupun timbunan di belakang dinding penahan.Material geosintetik. Salah satu kelebihannya adalah sifatnya yang fleksibel sehingga memberikan ketahanan yang cukup terhadap beban-beban yang ditanggungnya.

Karena dalam prakteknya, dinding penahan tanah banyak mengalami kegagalan seperti rendahnya daya dukung tanah dasar, penurunan yang terlalu besar dalam jangka waktu lama, kelongsoran dan gelincir serta sampai permasalahan akibat air tanah pada timbunan di belakang dinding.

Geosintetik memiliki lima fungsi yaitu sabagai separator, perkuatan, penyaring, drainase dan penahan. 

1. Separator, yaitu pemisah material. Sebagai contoh, bahan ini digunakan untuk mencegah bercampurnya lapis pondasi jalan dengan tanah dasar yang lunak sehingga integritas dan tebal rencana struktur jalan dapat dipertahankan.

Perkuatan, yaitu sifat tarik bahan geosintetik dimanfaatkan untuk menahan tegangan atau deformasi pada struktur tanah. Untuk fungsi ini, geosintetik banyak digunakan untuk perkuatan timbunan di atas tanah lunak, perkuatan lereng dan dinding tanah yang distabilisasi secara mekanis.

Teknologi geosintetik yang tepat digunakan dalam pembangunan jalan tol adalah Geotextile yang merupakan lembaran sintesis yang tipis, fleksibel, permeable yang digunakan untuk stabilisasi dan perbaikan tanah dikaitkan dengan pekerjaan teknik sipil. Pemanfaatan geotekstil merupakan cara modern dalam usaha untuk perkuatan tanah lunak.